Selasa, 27 November 2012

Dahlan Iskan Pamerkan Mobil Listrik Sport Miliknya








Menteri BUMN Dahlan Iskan memamerkan mobil sport listrik miliknya. Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia, Ismed Hasan Putro, dan para wartawan berkesempatan melihat langsung mobil tersebut di fasilitas pembuatan mobil listrik di Yogyakarta, yang diberi nama Kupu-kupu Malam.

Dahlan memilih warna merah untuk mobil listrik karya Danet Suryatama tersebut. Secara fisik, mobil sport listrik milik Dahlan yang berdimensi cukup besar itu sudah sempurna, tinggal melengkapi jok belakang dan beberapa aksesorisnya.

"Ya lebarnya segini dan cukup leluasa bila kita masuk mobilnya," tutur Dahlan, usai menghadiri rapat koordinasi BUMN di Yogyakarta, Rabu (10/10).

Menurut Danet, konsep mobil sport listrik itu sudah lama dibuatnya. Bahkan, ia juga memiliki perusahaan serupa di Amerika Serikat pada 2008. Saat ini, sudah ada sekitar 25 - 45 unit mobil sport listrik yang sudah dipesan.

Rencananya, mobil sport listrik ini akan diproduksi massal sebanyak 200 - 400 unit. "Satu unit mobil harganya Rp. 1,5 miliar. Nantinya, harga mobil ini akan kita 'order' Rp1 miliar," papar Danet.

Danet menjelaskan, nama pabrik Kupu-kupu Malam merupakan gabungan pengrajin Indonesia dan Amerika Serikat. Pengisian baterai motor listrik pada kendaraan ini hingga penuh membutuhkan waktu empat jam dan dapat menempuh jarak sekitar 320 km.



Sumber : otosia.com



Pameran Mobil Esemka Digelar di Solo Trade Center





Pameran mobil Esemka akan segera digelar di Solo Trade Center (STC), di kompleks Solo Technopark (STP), Kentingan, Jebres, Solo. PT Solo Manufaktur Kreasi (PT SMK) sebagai produsen dan sekaligus penggagas acara, menilai bahwa area STP sangat strategis untuk memamerkan produk karya anak bangsa tersebut.

Berbicara kepada para wartawan, Manajer Pengendali Produksi PT SMK, Joko Sutrisno, Senin (26/11), mengaku bahwa pihaknya bermitra dengan Pemkot Surakarta dalam mengembangkan mobil nasional itu. Dan pihaknya menyadari bahwa fasilitas di kompleks STP seluas 7,25 hektare itu terbuka luas bagi semua produk lokal.

Di sisi lain, manajemen perusahaan itu menargetkan identifikasi suku cadang selesai pekan ini. Untuk diketahui, belum seluruh komponen mobil tersebut diproduksi di Indonesia. Sebagian suku cadang bergantung suplai dari luar negeri.

Joko menegaskan pengadaan komponen mobil menjadi prioritas saat ini. Pihaknya akan mengidentifikasi dulu mana suku cadang yang diproduksi di dalam negeri, yang ditarget selesai pekan ini. Kemudian akan dilanjutkan dengan proses perakitan.

Hingga Minggu (25/11), PT SMK mencatat 3.000 lebih pembeli riil mobil Esemka. Sayangnya perusahaan itu belum memiliki pabrik perakit mobil mandiri. Untuk sementara, PT SMK memusatkan pabrikan assembling line di teaching factory STP, fasilitas perusahaan di Mojosongo, dan rekanan di Jonggol, Jawa Barat.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemkot Surakarta Anung Indro Susanto mempersilakan PT SMK membidik ekshibisi mobil Esemka di STC. Hanya saja, perusahaan itu diminta bersabar, mengingat pembangunan proyek diperkirakan selesai tahun depan.

"Dalam APBD 2012 dipasang Rp. 6 miliar lebih, dengan alokasi pembuatan konstruksi. Sampai pertengahan Desember, baru 30 persen gedung selesai. STC masih dilanjutkan tahun depan dengan total kebutuhan Rp. 22 miliar," tandasnya.



Sumber : otosia.com